Krisma… Sudah selesai!

Pertama-tama, Proficiat untuk 133 penerima Sakramen Krisma di Gereja St. Petrus malam tadi. Sebuah perjalanan yang tidak mudah untuk para pengajar mau pun para peserta.

Di bulan Januari,ketika diminta untuk menjadi Koordinator Sakramen Krisma, saya tidak mempunyai ekspektasi apa-apa. Bahkan pada saat itu, Sakramen Krisma itu masih samar-samar karena saya memang tidak banyak tahu mengenai sakramen ini. Dan pada saat itu, tidak ada rencana untuk mengadakan Sakramen Krisma tahun ini di Paroki, sehingga saya tidak terlalu memikirkannya.

Di bulan Mei, mendadak saya mendapat mandat untuk mempersiapkan Kelas Sakramen Krisma, karena Pak Thomas, Koordinator seksi Katekese, mau menanyesuaikan jadwal Bapak Uskup ke Batam. Sewaktu itu, masih Administrator Apostolik Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Kelas persiapan penerimaan Sakramen Krisma dimulai bulan Agustus, kelas pertama.. berantakan.. Jujur, saya belajar sembari menjalankan prosesnya. Banyak yang harus saya improv dengan seiring perjalanan waktu. Mulai dari rencana untuk membuat 1 kelas, tetapi setelah melihat kelas pertama, saya jadikan 2 kelas. Belum lagi, ada peserta yang tidak bisa mengikuti kelas di Hari Minggu karena ada kegiatan lain yang tidak bisa diganti, sehingga saya membuat kelas susulan di hari Jumat.

Ada beberapa waktu di mana saya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan bahan. Untuk itu saya minta maaf. Tetapi saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Saya percaya Tuhan akan menyempurnakannya.

Di penghujung kelas krisma, semakin banyak tantangan dan saya benar-benar bergantung penuh kepada campur tangan Tuhan. Waktu semakin sedikit dan ternyata begitu banyak yang harus dipersiapkan. Ada beberapa moment di mana jika diberi kesempatan untuk menyerah, maka saya akan mundur. Tetapi dengan padatnya waktu, itu bukan satu opsi. Saya harus benar-benar mempush diri saya untuk bisa terus berjuang dan itu tidak mudah. Saya kembali mengingat bahwa ini semua untuk ke-133 peserta yang selalu hadir setiap Minggu dan untuk kemuliaan Tuhan.

Sewaktu misa tadi, saya mendadak merasa haru ketika melihat para calon krismawan dan krismawati maju untuk menerima sakramen krisma. Di situ, saya tahu bahwa secara formal peran saya sudah selesai. Tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. That’s it. Mulai dari saat ini sampai seterusnya, mereka sudah dianggap dewasa dalam iman oleh Gereja. Hopefully, I’ve done my best to plant the seed. Whatever I’ve planted, I might and might not see it in my lifetime. Hopefully, I will be able to know it in the next life.

Terima kasih untuk Bapa Uskup yang telah bersedia hadir, Para Pastor di paroki yang mendukung dan memberi bantuan. Selain itu pula, terima kasih untuk dukungan koordinator katekis, Pak Thomas Suprapto, para tim pengajar. Saya belajar banyak dari mereka. Terima kasih juga untuk para Krismawan dan Krismawati yang telah setia untuk mengikuti kelas krisma selama beberapa bulan terakhir ini.

Semoga para Krismawan dan Krismawati diberi hikmat untuk bisa menjadi saksi Kristus di lingkungan di mana mereka berada. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Advertisements

Brand New Beat

The next few months will be the most important time in my life. Therefore, I really want to document in through my writing. I will try to write as often as possible despite my busy schedule.

How about that for a new era?