Jadilah Teman Sejati!

21-Feb-2018
I just discovered another blog of mine, which was active from May 2011 to April 2012. 
I will import some of the relevant contents to this blog. 

Persahabatan mungkin merupakan sumber rasa sakit yang luar biasa bagi anda. Anda mengharapkannya sedemikian rupa sehingga sering kali anda harus kehilangan diri anda sendiri untuk mencari seorang teman sejati. Mungkin sering kali anda menjadi kecewa jika suatu persahabatan yang anda harapkan ternyata tidak terwujud, atau jika suatu persahabatan yang dimulai dengan suatu pengharapan besar ternyata tidak berlangsung lama.

Banyak dari persahabatan anda bertumbuh dari kebutuhan anda akan kehangatan, peneguhan, dan dukungan emosional. Tetapi sekarang anda harus mencari teman-teman yang dapat anda hubungi dari pusat diri anda, dari tempat di mana anda mengetahui bahwa anda sungguh-sungguh dicintai. Persahabatan menjadi semakin mungkin jika anda mampu menerima bahwa diri anda sungguh-sungguh dicintai. Dengan demikian, anda bisa berada bersama dengan orang lain tanpa keinginan memiliki. Sahabat sejati menemukan suatu hubungan batin di mana keduanya mengenali cinta Allah. Di sana roh berbicara dengan roh, hati dengan hati.

Persahabatan sejati akan langgeng karena cinta sejati merupakan hal yang abadi. Suatu persahabatan yang di dalamnya hati berbicara dengan hati adalah anugerah Allah, dan tidak ada anugerah Allah yang bersifat temporal, atau kadang-kadang saja muncul. Semua yang datang dari Allah mengambil bagian dalam keabadian Allah sendiri. Cinta di antara manusia, jika itu diberikan oleh Allah, lebih kuat dari kematian. Dalam arti ini, persahabatan yang sejati akan berlangsung terus mengatasi batas kematian. Jika anda sungguh-sungguh mencintai seseorang, cinta itu akan tumbuh bahkan lebih kuat sesudah kematian orang yang anda cintai. Inilah inti dari pesan Yesus.

Ketika Yesus wafat, persahabatan para murid dengan Dia tidak hilang, melainkan sebaliknya, semakin tumbuh berkembang. Inilah yang dimaksud dengan pengutusan Roh Kudus. Roh Yesus membuat persahabatan-Nya dengan murid-murid-Nya bisa berlangsung terus, bahkan lebih kuat dan lebih intim daripada sebelum wafat-Nya. Inilah yang dialami Paulus saat dia berkata, “Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal 2:20).

Anda harus yakin bahwa setiap persahabatan sejati tidak mempunyai akhir, bahwa persekutuan para kudus memang ada di antara yang hidup maupun yang mati, yang telah sungguh-sungguh mencintai Allah dan sesama. Anda mengetahui dari pengalaman bahwa hal ini memang sungguh nyata! Mereka yang anda cintai dan mereka yang sudah meninggal tetap hidup dalam diri anda, tidak hanya sebagai suatu kenangan, tetapi sungguh-sungguh merupakan kehadiran nyata.

Beranilah mencintai dan menjadi seorang sahabat sejati! Cinta yang anda berikan dan terima merupakan suatu kenyataan yang akan membawa anda makin dekat pada Allah, dan juga kepada mereka yang telah diberikan Allah kepada anda untuk dicintai.

Henri Nouwen – Inner Voice of Love

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s