Apa Resolusi-mu di Tahun 2014?

di tahun 2002, wali kelas saya mengajarkan untuk membuat resolusi tahun baru. Apa itu resolusi tahun baru? Berikut definisi dari wikipedia:

A New Year’s resolution is a promise that you make to yourself to start doing something good or stop doing something bad on the first day of the year.

Tidak ada aturan yang baku mengenai resolusi tahun baru, setiap orang boleh membuat resolusi berdasarkan keinginannya. Namun begitu, ada baiknya pada saat kita membuat resolusi tahun baru, kita membuatnya dengan SMART (Specific, Measurable, Action-oriented, Realistic and Timely).

10 resolusi yang sering dibuat dan juga dilanggar adalah:

  • Menurunkan berat badan dan menjadi fit
  • Berhenti merokok
  • Belajar hal yang baru
  • Diet serta makan makanan yang sehat
  • Terbebas dari hutang serta mulai menabung
  • Meluangkan waktu lebih banyak bersama keluarga
  • Traveling ke tempat yang baru
  • Mengurangi stres
  • Menjadi sukarelawan
  • mengurangi minum minuman beralkohol

Di sini, saya akan menantang anda yang beragama katolik untuk membuat resolusi tahun baru yang mencerminkan iman anda. Saya akan memberikan list dan silahkan anda pilih, dan mungkin bisa meninggalkan comment di post ini atau pun membuat post di blog anda.

Resolusi yang cocok bagi orang Katolik:

  1. Menghadiri Misa harian atau pun mendoakan Ibadat Harian (Liturgy of the Hour)
    Banyak gereja yang merayakan misa harian di pagi, sore, maupun during makan siang. Biasanya hanya sedikit umat yang hadir, dan lagu pun hanya sedikit, maka misa harian biasanya tidak lebih dari 30 menit.Ibadat harian adalah nama Indonesia untuk Liturgia Horatrum (=Ibadat Berkala, Latin) yang kini menggantikan baik brevir maupun doa ofisi yang dilakukan di biara-biara. Ibadat harian merupakan doa resmi gereja, yang dimaksudkan agar setiap waktu kita memuji Tuhan dan dengan demikian menguduskan seluruh hari, sesuai nasihat St. Paulus “Berdoalah dengan tak henti-hentinya! (1 Tes 5:17). Sebab, hanya Tuhanlah yang membuat pekerjaan kita berhasil dan berfaedah: “Tanpa Aku kamu tidak dapat menghasilkan apa-apa” (Yoh 15:5). Konsili Vatikan II menganjurkan agar Ibadat Harian jangan dirayakan di biara atau didoakan oleh para rohaniwan sendiri, melainkan juga bersama umat di gereja-gereja paroki (KHK 1173-1175). Ibadat Harian terdiri atas dua bagian utama:
    1. Ibadat Pagi (Laudes) dilakukan sebelum memulai pekerjaan
    2. Ibadat Sore (Vesperae) dilakukan pada waktu senja hari setelah menyelesaikan pekerjaan
    3. Dan 2 ibadat sederhana yani Ibadat Siang Hari yang didoakan pada waktu yang ditentukan sendiri. Dan Ibadat Penutup – Completorium, dilakukan sebelum tidur.
    SUMBER
  2. Mencari Santo/Santa pelindung
    Jika anda belum memiliki santo/santa pelindung, saatnya untuk mencari satu! Orang kudus adalah pahlawan kita dalam iman dan pendoa kita di surga. Anda mungkin mau mengetahui santo/santa yang namanya dipakai sebagai nama baptis mau pun krisma anda. Bisa juga santo/santa pelidung profesi atau pun hobi anda. Santo pelidung favorit saya adalah St. Fransiskus dari Sales, pelindung penulis. Kisah hidupnya sangat menginspirasi saya.

  3. Meningkatkan hidup doa (Doa harian: sebelum/sesudah makan, sebelum tidur, bangun tidur)
    Banyak orang merencanakan sesuatu yang besar untuk pembaharuan kehidupan rohaninya, seperti pergi berziarah atau pun retreat. Tetapi ada baiknya jika kita memulai dari sesuatu yang sederhana seperti berdoa sebelum dan sesudah makan, pada waktu bangun mau pun sebelum tidur, saat dalam berkendaraan menuju tempat kerja/studi. Ucapkan kata-kata yang singkat yang intinya bersyukur kepada Tuhan dan penyerahan diri kepada penyelenggaraan ilahi. Dan lakukanlah ini dengan konsisten dan rutin.

  4. Menerima Sakramen Tobat minimal sebulan sekali
    Ya, sulit untuk menghadapi dosa-dosa Anda dan mengatakannya, tapi penerimaan Sakramen Rekonsiliasi dengan rutin akan memberikan rahmat untuk melawan dosa-dosa dan mungkin pada akhirnya mengalahkan mereka. Anda bisa mengecek jadwal pengakuan dosa di paroki anda, tetapi jika tidak ada, maka anda dapat mencari pastor untuk membuat janji.

  5. Membaca Kitab Suci dengan rutin
    Jika anda belum memiliki Kitab Suci Katolik, sekarang saat yang tepat untuk membelinya. Beberapa toko buku memberikan diskon untuk buku-buku rohani di saat menjelang Natal seperti ini. Setelah itu, anda dapat meletakkannya di tempat yang bisa dijangkau setiap hari (jangan dibiarkan menumpukkan debu!) Jika ada kelas Kitab Suci di paroki, anda dapat bergabung, jika tidak, anda bisa meminta pastor paroki untuk memulai kelas Kitab Suci. Selain itu, anda juga bisa membeli buku-buku panduan atau pun mencari panduan online. Namun begitu, carilah informasi yang sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.
  6. Aktif pelayanan di Paroki
    Pelayanan di paroki bisa dimulai dari yang yang sederhana dan tidak memerlukan komitmen waktu yang banyak, seperti: Lektor, Pemazmur, Koor, Tata Laksana/Penyambut Jemaat. Hal ini, walaupun sederhana tetapi memegang peranan yang penting di dalam perayaan Ekaristi. Selain itu, anda juga menjadi bagian dari paroki. Selain yang tertulis di atas, anda juga bisa mencari kegiatan lain yang  sesuai dengan telanta dan minat anda.
  7. Mendoakan Rosario & Koronka Kerahiman Ilahi
    Mendoakan Rosario & Koronka Kerahiman Ilahi secara rutin. Perlu diperjelas lagi?
  8. Membaca bacaan rohani
    Jika aktivitas rohani anda hanya pergi ke Misa seminggu sekali, maka anda melewati banyak hal yang menarik tentang iman anda. Tahun yang akan datang, cobalah untuk membaca sekurang-kurangnya 5 buku rohani Katolik. Berdoalah kepada Roh Kudus untuk membimbing anda.

  9. Menyediakan waktu untuk beradorasi Ekaristi
    Beberapa tahun terakhir ini, banyak paroki yang telah membuka kapel Adorasi Ekaristi. Oleh sebab itu, pergunakanlah kesempatan yang baik ini untuk berjaga bersama Kristus. Jika tidak ada Kapel adorasi Ekaristi di dekat tempat anda tinggal, anda dapat juga berdoa di depan tabelnakel. Walaupun hanya 10-15 menit, Adorasi Ekaristi akan sangat membantu kehidupan rohani anda.
  10. Berbagi pengalaman iman (Evangelisasi)
    “…pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-muridKu. Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Ajarilah mereka melaksanakan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Aku akan selalu berserta kamu sampai akhir dunia ini (Mat 28:18-20)
    Sesuai dengan perintah Kristus, maka sebagai orang Katolik yang telah dibaptis, kita diminta untuk memberitakan Kabar Gembiranya.

    Evangelisasi adalah pewartaan Kristus yang dilakukan dengan kesaksian hidup dan kata-kata. Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan, “Kaum awam melaksanakan tugasnya sebagai nabi juga melalui penginjilan, yakni pewartaan Kristus yang disampaikan dengan kesaksian hidup dan kata kata” (KGK, 905).

    SUMBER
    Di zaman modern ini, sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk ber-evangelisasi; tidak seperti zaman Para Rasul di mana mereka harus berkeliling dari kota ke kota untuk mewartakan Injil. Saat ini, kita bisa membuat video dan menguploadkannya di Youtube. Kita juga bisa mengsharingkan pengalaman kita di blog/forum/sosial media/media cetak, dan tentu saja kita selalu bisa melakukannya di lingkungan kita tinggal dan berkarya (pertemuan KBG/Kring/Lingkungan, komunitas OMK, PDKK, atau pun komunitas-komunitas lainnya). Sharing pengalaman, bukan berarti sesuatu yang besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal yang kecil di mana kita merasa Tuhan bekerja di dalam keseharian kita, contohnya dimudahkan dalam pekerjaan, diberi kesempatan untuk membantu orang lain atau pun diberi petunjuk dalam menentukan masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s