Epiphany? Hari raya wajib atau tidak?

Hey all,

I went to the doctor and she said it was just a virus, and it’s quite common the past 3 months due to the weather. It’s nothing to worry about. I was prescribed 3 different medicines, and hopefully will recover soon.

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan atau disebut juga Epiphany. Biasanya dirayakan tanggal 6 Januari, kecuali di gereja di mana ini bukanlah hari raya wajib, maka akan dirayakan hari Minggu antara tanggal 2 – 8 Januari. Setiap negara mempunyai hari raya wajib yang berbeda-beda, contohnya Singapura merayakan 3A1C; Ascension (Yesus naik ke Surga), Assumption (Maria diangkat ke surga), All Saints Day (Hari semua orang kudus), and Christmas (Natal). Sedangkan Amerika Serikat menambahkan 2 hari wajib lainnya; Mary, Mother of God (Maria Bunda Allah) and Immaculate Conception (Santa Perawan Maria dikandung tanpa Noda).

Sebenarnya, apa sih hari raya wajib itu (Inggris: Holy Days of Obligation)?

Menurut Kitab Hukum Kanonik 1246:
§ 1 Hari Minggu, menurut tradisi apostolik, adalah hari dirayakannya misteri paskah, maka harus dipertahankan sebagai hari raya wajib primordial di seluruh Gereja. Begitu pula harus dipertahankan sebagai hari-hari wajib:
hari Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus (25 Desember)
Penampakan Tuhan (6 Januari)
Kenaikan Tuhan (40 hari setelah Minggu Paskah, selalu jatuh pada hari Kamis)
Tubuh dan Darah Kristus (hari Kamis setelah Hari Tritunggal Mahakudus/Minggu setelahnya)
Santa Perawan Maria Bunda Allah (1 Januari)
Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda (8 Desember)
Santa Perawan Maria diangkat ke surga (15 Agustus)
Santo Yusuf (19 Maret)
Rasul Santo Petrus dan Paulus (29 Juni)
dan akhirnya hari raya Semua Orang Kudus (1 November)

§ 2 Namun Konferensi para Uskup dengan persetujuan sebelum-nya dari Takhta Apostolik, dapat menghapus beberapa dari antara hari- hari raya wajib itu atau memindahkan hari raya itu ke hari Minggu.

Kitab Hukum Kanonik 1247 (kewajiban untuk hadir dalam Misa Minggu/Hari raya wajib)

Pada hari Minggu dan pada hari raya wajib lain umat beriman berkewajiban untuk ambil bagian dalam Misa; selain itu, hendaknya mereka tidak melakukan pekerjaan dan urusan-urusan yang merintangi ibadat yang harus dipersembahkan kepada Allah atau merintangi kegembiraan hari Tuhan atau istirahat yang dibutuhkan bagi jiwa dan raga.

Kitab Hukum Kanonik 1248

§ 1 Perintah untuk ambil bagian dalam Misa dipenuhi oleh orang yang menghadiri Misa di manapun Misa itu dirayakan menurut ritus katolik, entah pada hari raya itu sendiri atau pada sore hari sebelumnya.

§ 2 Jika tidak ada pelayan suci atau karena alasan berat lain tidak mungkin ambil bagian dalam perayaan Ekaristi, sangat dianjurkan agar kaum beriman ambil bagian dalam liturgi Sabda, jika hal itu ada di gereja paroki atau di tempat suci lain, yang dirayakan menurut ketentuan Uskup diosesan; atau hendaknya secara perorangan atau dalam keluarga atau jika mungkin beberapa keluarga bersama, meluangkan waktu untuk berdoa selama waktu yang pantas.

Ya, dari KHK 1247, sudah jelas tertulis bahwa setiap orang Katolik yang sudah dibaptis berkewajiban untuk ambil bagian dalam misa Minggu dan di KHK 1248 §2 ditegaskan dibutuhkan alasan berat untuk tidak menghadiri misa, maka ini menunjukkan bahwa tidak menghadiri Misa Minggu bisa menjadi dosa berat (baca Katekismus Gereja Katolik 1857).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s