Kedai Buku Keliling

I love books! I love Catholic Books! and I love talking about Catholic books!

Sewaktu saya masih menjadi anggota aktif Legio Mariae presidium Tahta Kebijaksaan di Paroki St. Mary of the angels Singapura. Saya mendapat kesempatan untuk menjaga Book-Barrow (Kedai Buku Keliling). Saya senang bisa berjumpa dengan orang, berbincang-bincang tentang hal yang saya sukai buku & agama Katolik. Sering dikeluhkan bahwa umat Katolik tidak ramah dan justru terkesan dingin terhadap sesamanya. Nah.. di sini saya bisa membuktikan bahwa itu tidak benar.

Di buku pegangan Legio Mariae, Bab 37 tentang Saran Pelaksanaan Tugas Legio, tertulis poin #8 Kedai Buku Keliling.

Legioner dapat membuka Kedai Buku Keliling di tempat umum, dan lebih baik di jalan yang ramai. Berdasarkan pengalaman, pekerjaan Legio semacam ini sangat berhasil. Cara ini adalah cara yang efektif untuk mewartakan secara sekaligus kepada yang baik, menengah dan buruk, bahkan kepada orang-orang yang belum pernah memikirkan dapat diperkenalkan kepada Gereja. Oleh karena itu, Legio menghendaki agar sekurang-kurangnya ada satu kedai buku seperti ini di setiap kota besar.

Kedai buku keliling harus diatur sedemikian rupa agar dapat menampilkan sebanyak mungkin judul-judul buku. Kedai ini harus mempunyai persediaan buku rohani yang diterbitkan dengan biaya rendah dalam jumlah yang memadai. Para legioner yang akan melayani langganan.

Orang cenderung melihat-lihat buku-buku yang tersedia dengan tujuan membeli, tetapi ada juga yang ingin hanya melihat-lihat saja. Di antara mereka ada umat Katolik yang ingin berbincang-bincang dengan rekan seagama. Ada juga yang belum beriman dan tertarik, yang hanya ingin menghabiskan waktu atau memenuhi hasrat ingin tahu. Ada juga orang dari golongan lain yang enggan langsung menjalin hubungan dengan umat Katolik. Mereka semua mempunya kesempatan untuk dilayani oleh para petugas legioner yang ramah dan simpatik. Yang terlatih untuk melayani dan menjawab pertanyaan pembeli. Dalam hal ini terdapat banyak peluang untuk menjalin hubungan akrab, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan tindakan dan pikiran mereka. Orang Katolik akan terdorong untuk bergabung dengan “yang berbau Katolik.” Yang non-Katolik akan dibantu agar lebih mengerti tentang Gereja. Ada yang lalu menetapkan untuk mengikuti Misa Harian dan menyambut Komuni Kudus; ada yang ingin bergabung dengan Legio, aktif 0 atau auksilier, atau ada yang menjadi Patrician; ada yang ingin berdamai dengan Allah; dan ada juga yang ingin menjadi Katolik. Pengunjung dari Kota Lain mungkin tertarik dengan Legio (yang belum pernah mereka jumpai) dan bertekad membentuk presidium di kotanya sendiri.

Legioner dianjurkan agar jangan menunggu secara pasif sampai ada orang yang datang di kedainya. Mereka tidak boleh ragu-ragu mendekati orang di sekelilingnya, tidak harus dengan tujuan agar menjual buku lebih banyak, tetapi agar terjalin suatu kontak, yang dapat dimanfaatkan seperti yang diterangkan di paragraf di atas.

Legioner tidak perlu diingatkan bahwa perkenalan dan persahabatan yang telah dimulai harus dilanjutkan sebagai bagian penting dalam karya mereka.

Usul untuk membuka kedai buku selalu mendatangkan keberatan karena untuk karya ini diperlukan orang Katolik yang telah mendarah-daging ajaran Katoliknya, dan mereka sulit didapat. Memang benar bahwa suatu pengetahuan yang cukup tentang doktrin Katolik akan berguna dalam pelayanan kedai buku ini. Tetapi kekurangan tenaga mahir jangan menghambat usaha legioner untuk membuka kedai-buku, karena yang paling utama ialah penampilan pribadi. Seperti yang dikatakan Kardinal Newman, “Mereka harus orang yang bisa mempengaruhi kita, suaranya mencairkan hati kita, penampilannya mempesona kita, perbuatannya membangkitkan kita. Banyak orang akan bertobat.”
Singkatnya, ketulusan dan keramahan lebih penting dari pada pengetahuan. Pengetahuan membuat orang yang memilikinya cenderung untuk muluk-muluk berbelit-belit tanpa tujuan, sedangkan suatu pengakuan dari orang yang kurang pengetahuannya: “saya tidak tahu, tetapi saya akan mencari keterangan“, akan mengkokohkan suatu pembicaraan…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s