Curhat Buat Sahabat (Rectoverso)

Jika berbicara mengenai ini, saya selalu ingat percakapan saya dengan teman saya Melty. Selera kita berbeda, menurut dia versi asli lagu ini yang menggunakan intro besar itu sangat pas dan membuat lagu ini megah. Sedangkan saya lebih suka dengan kesederhanaan. Syukur lah akhirnya cerita ini dibuat versi filmnya dan menurut saya soundtrack yang dinyanyikan Acha Ft. Tohpati itu sangat pas. Tapi tetep aja Melty bilang versi aslinya lebih keren. Ya begitulah manusia, diberi otak, hati dan kehendak yang membuat setiap individu berbeda satu dengan lainnya.

Semakin saya tonton filmnya, semakin saya suka dengan adaptasi filem Curhat Buat Sahabat. Cerita di bukunya begitu sederhana sehingga saya sempat mempertanyakan bagaimana itu bisa diadaptasi. Ketika menonton pertama kali di bioskop, saya merasa cerita ini yang paling lemah dibanding ke-4 cerita lainnya, tetapi semakin ditonton, saya melihat detail-detail yang membuat cerita ini bagus.

[Edited May 24]
Saya baru menonton kembali film ini beberapa hari yang lalu bersama teman-teman saya. Satu hal yang saya pertanyakan, kenapa si pria mau bersama-sama dengan wanita ini untuk waktu yang lama? Mengetahui semua kebodohan-kebodohannya dalam memilih pacar-pacarnya? Love is patient, tetapi apakah cinta sesabar itu?

Sebotol anggur putih mahal ada di depan matamu,
Tapi kami tak pernah tahu. Kamu terus menanti,
Segelas air putih.

Ps: Another back post written back on Feb 23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s