Runaway

I think it was taken from a novel, which I can’t remember the title.

+Ngga adil, ya, kita ngerasa ini. Maksud aku, kenapa kita ngga bisa bersama-sama terus?
-Karena kita akan melukai orang yang bersama kita, kamu tau itu.
+Well, walau bagaimanapun, gue ngga pernah nyesel kenalan sama loe, walaupun akhirnya mesti seperti ini, walaupun hati gue sakit.
-Gue juga, tau kenapa?
+Napa?
-Karena walaupun kita berjalan ke dua arah yang berlawanan, loe tetap tetep ada di sini, di dalam hati gue. Mungkin  ini terakhir kalinya kita ketemu, tapi elu ngga akan pernah hilang dari dalam diri gue.
+Kalo ini terakhir kalinya, gue cuman berharap loe bakal memiliki kebahagiaan dengan dia, memiliki hidup yang selalu loe impikan, dengan dia, bukan gue. Dan ngga usah khawatir soal gue, karena gue mau loe merasakan kebahagiaan itu. Cerita tentang gue dan loe ngga pernah hilang, kecuali jika kita membiarkannya hilang perlahan-lahan.
-Loe percaya tentang dunia paralel?
+Ha?
-Yupe, dunia yang sama dengan dunia kita, di sana juga ada loe dan gue. Namun, keadaannya berbeda, karena di sana kita benar-benar bersama, pada detik ini kita memutuskan untuk pergi bersama.
+…
-Pergi jauh dari sini. Kita tinggal di tepi pantai, lautnya biru, pasirnya putih. Ngga ada apa-apa di sana, hanya kamu. Pada hari baik, kita bisa melihat bintang seolah-olah ditaruh satu-persatu untuk kita. Matahari dan bulan bergantian menemani kita sampai akhirnya mereka mengenal nama kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s